|

Masyarakat Bisa Pantau Dana Desa, Anggaran Jabar Kini Transparan di Medsos

Bagikan

Masyarakat kini dapat memantau Dana Desa secara langsung, karena anggaran Jawa Barat terbuka transparan di media sosial.

Anggaran Jabar Transparan di Medsos

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengeluarkan instruksi penting untuk meningkatkan transparansi pemerintahan. Seluruh jajaran pemerintah daerah, dari provinsi hingga desa, wajib membuka penggunaan anggaran secara transparan. Langkah ini diharapkan meningkatkan akuntabilitas dan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan keuangan negara.

Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Uang Rakyat.

Era Baru Keterbukaan, Dari Provinsi Hingga Desa

Kebijakan revolusioner ini tertuang dalam surat edaran resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang akan segera diterbitkan. Surat edaran tersebut akan menjadi pedoman bagi bupati, wali kota, camat, kepala desa, serta lurah di seluruh wilayah Jawa Barat. Ini menandai komitmen serius pemerintah provinsi dalam mewujudkan tata kelola yang bersih dan akuntabel di semua lini.

Gubernur Dedi Mulyadi dengan tegas menyatakan bahwa anggaran belanja pemerintah di semua tingkatan harus diumumkan secara terbuka. Hal ini mencakup anggaran di tingkat provinsi, kabupaten/kota, kelurahan, bahkan dana desa yang kerap menjadi sorotan. Transparansi ini diharapkan mampu meminimalisir praktik-praktik korupsi dan penyelewengan.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat memilih media sosial sebagai platform utama untuk menyebarluaskan informasi anggaran. Mulai dari YouTube, Facebook, hingga Instagram, serta berbagai perangkat media sosial lainnya akan dimanfaatkan secara optimal. Tujuannya agar informasi ini dapat diakses secara luas oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Akuntabilitas Maksimal, Anggaran Terpublikasi, Kinerja Terlaporkan

Kebijakan transparansi anggaran ini tidak hanya berhenti pada publikasi angka-angka belaka. Lebih dari itu, setiap instansi pemerintah diwajibkan untuk menyampaikan laporan capaian kinerja secara rutin setiap bulan. Langkah ini memastikan bahwa masyarakat tidak hanya tahu berapa anggaran yang dibelanjakan, tetapi juga bagaimana hasil dari penggunaan anggaran tersebut.F

Dengan mekanisme pelaporan kinerja bulanan ini, masyarakat memiliki alat kontrol yang lebih kuat. Mereka dapat memantau efektivitas program-program pemerintah dan menilai apakah anggaran yang dikeluarkan benar-benar memberikan dampak positif. Ini adalah bentuk akuntabilitas paripurna yang diusung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Tujuan utama dari kebijakan ini adalah untuk membangun kepercayaan publik. Ketika masyarakat mengetahui secara detail alokasi anggaran dan hasil capaiannya, mereka akan merasa lebih terlibat dan memiliki rasa memiliki terhadap pembangunan daerah. Ini juga akan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan pembangunan.

Baca Juga: Polisi Tetapkan Kades di Kolaka Tersangka Korupsi Dana Desa

Mengapa Transparansi Anggaran Begitu Mendesak

 ​Mengapa Transparansi Anggaran Begitu Mendesak​

Penting untuk diingat bahwa seluruh anggaran yang dikelola pemerintah bersumber dari pajak masyarakat. Baik itu dari masyarakat umum, pekerja, buruh, karyawan, pegawai negeri, TNI, Polri, maupun para pengusaha, semuanya berkontribusi. Oleh karena itu, sudah menjadi hak mutlak publik untuk mengetahui bagaimana uang yang mereka setorkan digunakan.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan bahwa transparansi anggaran melalui media sosial bukan sekadar tren semata. Ini adalah jembatan vital untuk menciptakan pembangunan yang berkeadilan dan akuntabel. Dengan informasi yang terbuka, setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk memantau dan mengawasi proses pembangunan.

Dalam unggahan resminya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyampaikan pesan kunci, “Jadi, Wargi, transparansi anggaran di medsos bukan sekadar gaya, tapi jembatan pembangunan yang berkeadilan dan akuntabel.” Ini menunjukkan komitmen serius untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bertanggung jawab.

Dampak Positif Dan Harapan ke Depan

Kebijakan ini diharapkan dapat menciptakan dampak positif yang masif di seluruh Jawa Barat. Dengan adanya pengawasan langsung dari masyarakat, diharapkan efisiensi penggunaan anggaran akan meningkat dan potensi penyalahgunaan dana dapat diminimalisir. Ini adalah langkah maju menuju pemerintahan yang lebih efektif dan efisien.

Selain itu, transparansi ini juga dapat memicu partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan. Ketika warga merasa memiliki dan terinformasi, mereka akan lebih termotivasi untuk memberikan masukan dan kritik konstruktif. Ini adalah fondasi penting untuk mewujudkan pembangunan partisipatif.

Melalui langkah berani ini, Jawa Barat kembali menegaskan posisinya sebagai pionir dalam tata kelola pemerintahan yang baik. Diharapkan kebijakan ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengadopsi praktik serupa. Era baru transparansi di Jawa Barat telah dimulai, demi kesejahteraan seluruh warganya.

Jangan lewatkan update berita seputaran Uang Rakyat serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari sekitarbandung.com
  • Gambar Kedua dari metrobogor.com

Similar Posts

  • KPK Kembalikan Dana Haji Rp100 Miliar, Jemaah Dapatkan Haknya

    Bagikan

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai mengembalikan dana haji senilai lebih dari Rp100 miliar kepada jemaah yang terdampak.

    KPK Kembalikan Dana Haji Rp100 Miliar, Jemaah Dapatkan Haknya

    Proses pengembalian dilakukan secara bertahap dan transparan, bekerja sama dengan bank dan pihak terkait. Langkah ini tidak hanya memulihkan hak jemaah, tetapi juga meningkatkan kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan haji, sekaligus memberi peringatan bagi biro.

    Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Uang Rakyat.

    Tahapan Kembalinya Dana Haji

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan bahwa pengembalian dana dari sejumlah biro perjalanan haji telah mencapai angka lebih dari Rp100 miliar. Dana ini merupakan hasil penyelidikan dan penyitaan terhadap biro perjalanan haji yang terbukti menyelewengkan uang jemaah.

    Proses pengembalian dilakukan bertahap melalui koordinasi KPK dengan bank penampung dan biro haji yang terlibat. Dana tersebut akan dikembalikan langsung kepada jemaah yang terdampak sesuai dengan data administrasi yang diverifikasi.

    KPK menegaskan bahwa upaya ini dilakukan untuk menegakkan keadilan bagi masyarakat sekaligus memulihkan kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia. Langkah ini juga menjadi peringatan bagi biro perjalanan lain agar menaati regulasi keuangan yang berlaku.

    Skandal Dana Haji Yang Terungkap

    Kasus penyimpangan dana haji ini terungkap setelah KPK menerima laporan dari masyarakat dan melakukan audit investigatif. Sejumlah biro perjalanan haji tercatat memotong biaya dan menggunakan dana jemaah untuk kepentingan pribadi atau operasional di luar prosedur resmi.

    Menurut laporan KPK, modus yang digunakan termasuk penempatan dana di rekening pribadi dan investasi yang tidak transparan. Akibatnya, banyak jemaah mengalami keterlambatan pemberangkatan hingga kehilangan sebagian dana mereka.

    KPK menekankan bahwa setiap penyimpangan dana haji akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku. Selain pengembalian uang, KPK juga melakukan penyidikan terhadap pihak-pihak yang terbukti melanggar aturan untuk memastikan akuntabilitas dan efek jera.

    Baca Juga: Masyarakat Bisa Pantau Dana Desa, Anggaran Jabar Kini Transparan di Medsos

    Respon Positif Pemerintah dan Warga

    Respon Positif Pemerintah dan Warga

    Pemerintah memberikan apresiasi terhadap langkah KPK dalam menegakkan hukum dan melindungi kepentingan jemaah haji. Kementerian Agama juga berperan aktif dengan memfasilitasi proses verifikasi data jemaah agar pengembalian dana berjalan cepat dan tepat sasaran.

    Masyarakat menyambut baik pengembalian dana ini, terutama bagi jemaah yang menunggu keberangkatan selama bertahun-tahun. Beberapa jemaah menyatakan lega karena uang mereka kembali, dan berharap biro perjalanan haji di masa depan lebih transparan dan profesional.

    Selain itu, upaya ini meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengawasan biro perjalanan haji dan menunjukkan komitmen pemerintah dan lembaga anti-korupsi dalam melindungi hak-hak warga negara.

    Langkah KPK dan Pencegahan ke Depan

    KPK menyatakan bahwa pengembalian dana ini merupakan langkah awal. Lembaga ini berencana memperkuat pengawasan terhadap biro perjalanan haji dengan sistem audit berkala dan pelaporan keuangan yang lebih ketat.

    Selain itu, KPK mendorong regulasi yang lebih tegas mengenai tata kelola dana jemaah haji. Hal ini termasuk transparansi dalam pengelolaan rekening, pembatasan investasi, dan sanksi bagi pihak yang melanggar aturan.

    KPK berharap langkah-langkah ini dapat mencegah kasus serupa di masa depan, menjaga hak-hak jemaah, dan meningkatkan profesionalisme biro perjalanan haji. Komitmen ini menjadi bagian dari upaya besar memberantas korupsi dan penyalahgunaan dana publik di Indonesia.

    Jangan lewatkan update berita seputaran Uang Rakyat. serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    1. Gambar Utama dari jatim.antaranews.com
    2. Gambar Kedua dari suarasurabaya.net
  • Pegawai Bank BUMN di Karangasem Curi Uang Nasabah Rp 863 Juta Langsung Dipenjara!

    Bagikan

    Seorang pegawai Bank BUMN di Karangasem ditangkap setelah menguras uang nasabah senilai Rp 863 juta, langsung dipenjara.

    Pegawai Bank BUMN di Karangasem Curi Uang Nasabah Rp 863 Juta Langsung Dipenjara!​

    Kabar mengejutkan datang dari Karangasem, Bali, saat seorang pegawai Bank BUMN berinisial IKT (34) ditetapkan tersangka korupsi. IKT diduga menggelapkan uang nasabah hingga merugikan negara Rp 863 juta. Penyelidikan Kejaksaan Negeri Karangasem mengungkap praktik merugikan banyak pihak, menekankan pentingnya integritas dalam profesi.

    Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Uang Rakyat.

    Modus Operandi Cerdik Yang Berujung Penjara

    IKT memiliki peran penting sebagai penagih uang nasabah yang bermitra dengan bank BUMN tempatnya bekerja. Ia melayani berbagai transaksi perbankan secara real time online, termasuk tarik/setor tunai, transfer, dan pembayaran tagihan seperti listrik, BPJS, serta pulsa. Layanan ini sejatinya bertujuan untuk memudahkan masyarakat yang jauh dari kantor cabang atau ATM, dengan sistem bagi hasil bersama agen.

    Namun, kepercayaan yang diberikan kepadanya disalahgunakan. Alih-alih menyetorkan uang nasabah ke bank, IKT justru menggunakan dana tersebut untuk kepentingan pribadinya. Tindakan ini dilakukan secara sistematis, menunjukkan perencanaan yang matang dan pelanggaran etika profesional yang serius.

    Praktik korupsi ini telah berlangsung sejak tahun 2019 hingga 2023, menunjukkan durasi kejahatan yang cukup panjang dan merugikan banyak pihak. Pola penyalahgunaan wewenang ini akhirnya terbongkar setelah penyelidikan mendalam dilakukan oleh pihak berwenang.

    Kerugian Negara Dan Korban Yang Berjatuhan

    Total kerugian negara akibat ulah IKT mencapai angka fantastis, yaitu Rp 863 juta. Jumlah ini merupakan akumulasi dari dana nasabah yang tidak disetorkan dan digunakan untuk keuntungan pribadi tersangka. Angka ini mencerminkan dampak finansial yang signifikan.

    Tidak hanya negara yang dirugikan, terdapat setidaknya 13 agen atau nasabah yang menjadi korban langsung dari tindakan IKT. Salah satu korban terkemuka adalah Lembaga Perkreditan Desa (LPD), sebuah institusi yang berperan vital dalam perekonomian lokal.

    Dampak kerugian ini tidak hanya sebatas angka, tetapi juga mengguncang kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan. Kasus ini menjadi pengingat pahit bahwa integritas individu sangat krusial dalam menjaga stabilitas keuangan dan kepercayaan publik.

    Baca Juga: Eks Pimpinan KPK Tolak Penghentian Kasus Aswad Sulaiman

    Proses Penyelidikan Dan Penetapan Tersangka

    Proses Penyelidikan Dan Penetapan Tersangka​

    Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karangasem, Shinta Ayu Dewi RR, mengungkapkan bahwa penyelidikan kasus ini telah dimulai sejak awal tahun 2024. Dugaan korupsi bermula dari laporan masyarakat, yang kemudian ditindaklanjuti dengan serius oleh pihak kejaksaan.

    Penetapan IKT sebagai tersangka dilakukan setelah penyidik mengantongi berbagai alat bukti yang kuat. Bukti-bukti tersebut mencakup keterangan dari 21 orang saksi, termasuk keterangan ahli, serta hasil perhitungan kerugian negara yang telah divalidasi.

    Setelah melalui proses penyidikan yang komprehensif dan mengumpulkan bukti-bukti yang cukup, IKT akhirnya resmi ditetapkan sebagai tersangka. Proses hukum ini menunjukkan komitmen aparat dalam memberantas tindak pidana korupsi.

    Hukuman Berat Menanti Pelaku Korupsi

    Atas perbuatannya, IKT disangkakan Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Pasal ini menjerat pelaku dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 20 tahun.

    Setelah ditetapkan sebagai tersangka, IKT langsung ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Karangasem. Penahanan ini merupakan langkah awal dalam proses peradilan untuk memastikan tersangka tidak melarikan diri atau menghilangkan barang bukti.

    Kasus ini menjadi peringatan keras bagi siapa pun yang mencoba menyalahgunakan wewenang dan melakukan korupsi. Aparat penegak hukum akan menindak tegas setiap pelanggaran demi menjaga keadilan dan kepercayaan publik.

    Jangan lewatkan update berita seputaran Uang Rakyat serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Utama dari detik.com
    • Gambar Kedua dari balifactualnews.com
  • BNN, Bea Cukai dan Imigrasi Bongkar Jaringan Vape Isi Narkoba

    Bagikan

    BNN, Bea Cukai, dan Imigrasi berhasil membongkar jaringan penyelundupan vape yang mengandung narkoba. Operasi gabungan ini menggagalkan ratusan botol.

    BNN, Bea Cukai dan Imigrasi Bongkar Jaringan Vape Isi Narkoba

    Pelaku berhasil diamankan beserta barang bukti, sementara pihak berwenang meningkatkan pengawasan di titik masuk barang impor. Masyarakat diimbau selalu waspada terhadap produk vape yang mencurigakan.

    Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Uang Rakyat.

    Operasi Gabungan Ungkap Penyelundupan Liquid Vape

    Tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN), Bea Cukai, dan Imigrasi berhasil mengungkap jaringan penyelundupan liquid vape yang mengandung narkoba. Operasi ini digelar di beberapa titik pelabuhan dan bandara besar di Indonesia, menyasar pengiriman barang ilegal dari luar negeri.

    Penyelundupan narkoba melalui liquid vape semakin marak karena bentuknya menyerupai produk legal yang banyak dijual di pasaran. Modus ini dinilai berbahaya karena target konsumen bisa tanpa sengaja mengonsumsi zat berbahaya. Pihak berwenang menyebutkan, aksi ini dilakukan oleh jaringan internasional dengan tujuan menyebarkan narkoba secara terselubung.

    Dalam pengungkapan ini, petugas bekerja sama untuk memeriksa dokumen pengiriman, melakukan penggeledahan, dan menelusuri jalur distribusi. Hasil operasi menunjukkan bahwa jaringan ini memiliki pola pengiriman yang terorganisir dengan baik, sehingga pengawasan ekstra menjadi kunci keberhasilan pengungkapan.

    Modus Penyelundupan Liquid Vape Narkoba

    Jaringan penyelundup memanfaatkan liquid vape karena bentuknya menyerupai barang konsumsi sehari-hari dan sulit dicurigai. Botol-botol liquid ini disamarkan dalam kemasan resmi produk impor. Beberapa dikirim melalui jasa ekspedisi, sedangkan yang lain melalui jalur penumpang di bandara.

    Pihak BNN menyebut, narkoba yang diselundupkan di dalam liquid vape tergolong jenis sintetis dengan efek adiktif tinggi. Hal ini menimbulkan risiko serius bagi masyarakat, terutama generasi muda yang menjadi target konsumsi. Petugas menekankan pentingnya kesadaran publik terhadap modus baru penyelundupan ini.

    Selain itu, modus ini memanfaatkan lemahnya pengawasan pada beberapa titik masuk barang. Para pelaku menggunakan dokumen palsu dan identitas pengirim yang sulit dilacak. Oleh karena itu, operasi gabungan ini bertujuan untuk memutus rantai distribusi dan mengungkap aktor utama di balik jaringan internasional tersebut.

    Baca Juga: Eks Kades Dan Bendahara Desa Tilep Dana Rp 1,1 Miliar Untuk Foya-Foya!​

    Penangkapan dan Barang Bukti

    Penangkapan dan Barang Bukti

    Dalam operasi ini, tim gabungan berhasil menangkap beberapa pelaku yang terlibat dalam jaringan penyelundupan. Mereka diamankan bersama barang bukti berupa ratusan botol liquid vape, dokumen pengiriman palsu, dan peralatan untuk memalsukan kemasan produk. Pelaku kini tengah diperiksa untuk mengetahui struktur jaringan dan kemungkinan adanya penadah di dalam negeri.

    BNN menegaskan, penangkapan ini menjadi peringatan bagi pelaku lain agar tidak mencoba menyelundupkan narkoba dengan modus serupa. Kepolisian dan Bea Cukai juga menegaskan bahwa pengawasan terhadap impor produk elektronik dan konsumsi akan diperketat.

    Selain itu, pihak imigrasi bekerja untuk menelusuri kemungkinan keterlibatan warga negara asing dalam jaringan ini. Upaya koordinasi antar lembaga menunjukkan efektivitas operasi gabungan dalam memutus rantai narkoba lintas negara.

    Imbauan dan Langkah Pencegahan

    BNN, Bea Cukai, dan Imigrasi mengimbau masyarakat agar berhati-hati terhadap produk liquid vape yang tidak jelas asal-usulnya. Warga diminta melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan produk mencurigakan. Kesadaran publik menjadi kunci untuk mencegah penyebaran narkoba melalui modus baru ini.

    Pemerintah juga menegaskan akan meningkatkan pengawasan di titik masuk barang impor dan memperketat regulasi terkait perdagangan produk vape. Edukasi kepada masyarakat, terutama generasi muda, tentang risiko narkoba melalui media sosial, sekolah, dan komunitas menjadi langkah strategis dalam pencegahan.

    Dengan koordinasi antar lembaga dan partisipasi masyarakat, operasi gabungan ini diharapkan mampu memutus jaringan penyelundupan narkoba sekaligus memberikan efek jera bagi pelaku. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam melindungi generasi muda dan menjaga keamanan negara dari peredaran narkoba ilegal.

    Jangan lewatkan update berita seputaran Uang Rakyat serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    1. Gambar Utama dari disway.id
    2. Gambar Kedua dari news.detik.com
  • Korupsi Zirkon Rp1,3 Triliun, Siapa Lagi Yang Terjerat? Kejati Kalteng Amankan Dua Tersangka Baru!

    Bagikan

    Kejati Kalteng menetapkan dua tersangka baru dalam kasus korupsi Zirkon senilai Rp1,3 triliun, membuka jaringan keterlibatan lebih luas.

    ​Korupsi Zirkon Rp1,3 Triliun, Siapa Lagi Yang Terjerat? Kejati Kalteng Amankan Dua Tersangka Baru!​​​

    Skandal dugaan korupsi penjualan dan ekspor mineral Zirkon, Ilmenite, dan Rutil di Kalimantan Tengah makin memanas. Kejati Kalteng terus mengusut kasus yang merugikan negara triliunan rupiah. Setelah menetapkan pejabat eselon dan pihak swasta, penyidik kini memperluas jaringannya, menetapkan dua tersangka baru dengan peran strategis.

    Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Uang Rakyat.

    Lingkaran Korupsi Makin Melebar

    Kasus mega korupsi PT Investasi Mandiri (IM) 2020–2025 diperkirakan merugikan negara hingga Rp1,3 triliun. Angka ini menunjukkan besarnya dampak praktik ilegal dalam pertambangan dan penjualan mineral. Penyelidikan terus berlanjut mengungkap lapisan-lapisan keterlibatan.

    Dua tersangka terbaru yang berhasil diamankan masing-masing berasal dari unsur Aparatur Sipil Negara (ASN) dan karyawan PT IM. Keduanya diidentifikasi memiliki keterlibatan langsung dalam aktivitas pertambangan serta penjualan mineral yang tidak sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Penetapan ini didasarkan pada alat bukti kuat yang telah dikumpulkan tim penyidik.

    Asisten Intelijen Kejati Kalteng, Hendri Hanafi, menegaskan bahwa langkah penetapan tersangka diambil setelah penyidik berhasil mengantongi bukti yang cukup dari hasil pemeriksaan lanjutan. Ini menunjukkan keseriusan Kejati dalam memberantas tindak pidana korupsi yang merugikan negara dan masyarakat. Penyelidikan yang cermat menjadi kunci dalam kasus ini.

    Peran Vital Para Tersangka Baru

    Tersangka pertama, IH, adalah seorang ASN pada Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kalimantan Tengah. Ia diduga terlibat aktif dalam proses persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) PT Investasi Mandiri yang menyalahi aturan. Keterlibatannya mencakup persetujuan yang tidak sesuai ketentuan perundang-undangan, membuka celah bagi praktik koruptif.

    Selain itu, IH juga diduga kuat menerima imbalan atau janji terkait penerbitan persetujuan RKAB dan pertimbangan teknis perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) PT Investasi Mandiri. Peran ini sangat krusial karena menyangkut legitimasi operasional perusahaan tambang. Penyelewengan kewenangan jelas terlihat di sini.

    Tersangka kedua, ETS, merupakan karyawan PT Investasi Mandiri dan CV Dayak Lestari. Ia diduga terlibat langsung dalam penjualan Zirkon dan mineral turunannya, baik untuk kebutuhan domestik maupun ekspor, yang dilakukan secara ilegal. ETS juga diduga memberikan suap kepada pegawai negeri terkait penerbitan persetujuan RKAB dan perpanjangan IUP OP.

    Baca Juga: Buron Terpidana Korupsi Kredit Rp3,5 M Ditangkap Kejari Probolinggo

    Kerugian Negara Dan Pasal Yang Menjerat

    Kerugian Negara Dan Pasal Yang Menjerat​​

    Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kalteng, Wahyudi Eko Husodo, menjelaskan bahwa perbuatan melawan hukum dalam persetujuan RKAB dan perpanjangan IUP OP PT Investasi Mandiri telah menyebabkan kerugian negara sebesar Rp1,3 triliun. Saat ini, kerugian tersebut masih dalam proses penghitungan final oleh BPKP Pusat, menegaskan skala besar kasus ini.

    Atas perbuatannya, tersangka IH dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 juncto Pasal 18 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, serta Pasal 5 Ayat (2) atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001. Ancaman hukuman berat menanti.

    Sedangkan tersangka ETS disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 juncto Pasal 18 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, serta Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001. Kedua tersangka kini ditahan di Rutan Kelas IIA Palangka Raya hingga 10 Januari 2026.

    Penyelidikan Berkelanjutan Dan Komitmen Kejati

    Sebelumnya, Kejati Kalteng telah lebih dulu menetapkan dua tersangka lain dalam perkara ini, yaitu VC selaku Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kalimantan Tengah dan HS selaku Direktur PT Investasi Mandiri. Ini menunjukkan bahwa penyelidikan telah berjalan sistematis dan komprehensif, mulai dari pucuk pimpinan hingga pelaksana di lapangan.

    Penyidikan kasus ini masih terus berlanjut. Tim Kejati Kalteng tidak berhenti pada penetapan tersangka ini saja, melainkan akan terus menelusuri kemungkinan adanya pihak-pihak lain yang terlibat. Komitmen untuk membongkar tuntas jaringan korupsi ini sangat kuat, demi keadilan dan pemulihan kerugian negara.

    Kasus ini menjadi peringatan keras bagi siapa pun yang berani mencoba merampok kekayaan alam negara untuk kepentingan pribadi. Kejati Kalteng berkomitmen untuk menindak tegas setiap pelaku korupsi, memastikan bahwa keadilan ditegakkan dan sumber daya alam Kalimantan Tengah dimanfaatkan demi kesejahteraan rakyat.

    Jangan lewatkan update berita seputaran Uang Rakyat serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Utama dari balanganews.com
    • Gambar Kedua dari kepri.bpk.go.id
  • Purbaya, Pemerintah Tarik Dana Rp75 Triliun dari Perbankan Stabilitas

    Bagikan

    Anggota Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkap pemerintah telah menarik dana sekitar Rp75 triliun dari perbankan.

    Purbaya, Pemerintah Tarik Dana Rp75 Triliun dari Perbankan Stabilitas

    Meski jumlahnya besar, langkah ini dinilai bagian dari pengelolaan kas negara yang rutin dan strategis. Purbaya menegaskan stabilitas perbankan tetap terjaga dengan likuiditas dan permodalan bank yang kuat.

    Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Uang Rakyat.

    Purbaya Ungkap Penarikan Dana Pemerintah

    Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa, menyebut pemerintah telah menarik dana sekitar Rp75 triliun dari sistem perbankan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah forum diskusi ekonomi yang membahas dinamika likuiditas dan stabilitas sektor keuangan nasional.

    Menurut Purbaya, penarikan dana ini merupakan bagian dari pengelolaan kas pemerintah yang bersifat rutin dan strategis. Langkah tersebut dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan pembiayaan negara, termasuk belanja pemerintah dan pengelolaan utang.

    Ia menegaskan bahwa kebijakan ini tidak serta-merta menimbulkan gangguan pada perbankan nasional. Sistem keuangan dinilai masih berada dalam kondisi yang relatif stabil, dengan permodalan bank yang kuat dan likuiditas yang terjaga.

    Dampak terhadap Likuiditas Perbankan

    Penarikan dana pemerintah dalam jumlah besar berpotensi memengaruhi likuiditas perbankan, terutama bank-bank yang selama ini menjadi tempat penyimpanan dana pemerintah. Namun, Purbaya menilai dampak tersebut masih dapat dikelola oleh industri perbankan.

    Perbankan nasional saat ini dinilai memiliki cadangan likuiditas yang cukup untuk menyerap perubahan arus dana. Selain itu, bank juga memiliki berbagai instrumen pendanaan lain, termasuk dana pihak ketiga dan pasar uang, untuk menjaga keseimbangan likuiditas.

    Purbaya menjelaskan bahwa koordinasi antara pemerintah, Bank Indonesia, dan otoritas keuangan lainnya menjadi kunci dalam menjaga stabilitas. Dengan komunikasi yang baik, potensi tekanan likuiditas dapat diantisipasi sejak dini.

    Baca Juga: Terungkap! Dugaan Korupsi Bantuan Bencana Oleh Kepala Dinas Samosir

    Penjelasan Pemerintah Soal Penarikan Dana

    Penjelasan Pemerintah Soal Penarikan Dana

    Penarikan dana tersebut bukan merupakan sinyal negatif terhadap sektor perbankan. Langkah ini lebih berkaitan dengan manajemen kas negara yang menyesuaikan jadwal pengeluaran dan kebutuhan fiskal.

    Dalam praktiknya, dana pemerintah kerap berpindah dari perbankan ke instrumen lain, seperti pembiayaan belanja negara atau pembayaran kewajiban jatuh tempo. Pergerakan ini dianggap wajar dalam siklus keuangan negara.

    Purbaya juga menekankan bahwa pemerintah tetap memperhatikan dampak kebijakan fiskal terhadap sektor keuangan. Setiap keputusan diambil dengan mempertimbangkan stabilitas sistem perbankan dan kepercayaan masyarakat.

    Stabilitas Keuangan Tetap Terjaga

    Meski terjadi penarikan dana Rp75 triliun, Purbaya memastikan kondisi stabilitas keuangan nasional masih solid. Rasio kecukupan modal perbankan dinilai berada di atas ketentuan minimum, sementara tingkat likuiditas masih dalam batas aman.

    Ia mengimbau masyarakat agar tidak bereaksi berlebihan terhadap informasi tersebut. Menurutnya, yang terpenting adalah melihat kondisi fundamental perbankan yang hingga kini tetap kuat dan resilien menghadapi berbagai tekanan global maupun domestik.

    Ke depan, Purbaya berharap sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter terus diperkuat. Dengan langkah yang terkoordinasi, pemerintah dan otoritas keuangan optimistis mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.

    Jangan lewatkan update berita seputaran Uang Rakyat serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    1. Gambar Utama dari antaranews.com
    2. Gambar Kedua dari antaranews.com
  • Skandal Bupati Lampung Tengah, Tersangka Korupsi Tak Malu Goda Jurnalis

    Bagikan

    Kasus Skandal yang melibatkan seorang Bupati Lampung Tengah kembali menyita perhatian publik nasional.

    Skandal Bupati Lampung Tengah, Tersangka Korupsi Tak Malu Goda Jurnalis

    Sosok kepala daerah yang seharusnya menjadi teladan justru dilaporkan terjerat perkara hukum serius. Dalam berbagai pemberitaan media, bupati tersebut ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penyalahgunaan kewenangan dan penerimaan suap terkait proyek daerah.

    Proses hukum yang berjalan membuka kembali diskusi tentang integritas pejabat publik serta lemahnya pengawasan dalam tata kelola pemerintahan daerah yang berdampak langsung pada kepercayaan masyarakat.

    Kasus ini menjadi sorotan karena mencerminkan rapuhnya integritas sebagian elit politik daerah. Publik menilai peristiwa tersebut sebagai bentuk pengkhianatan terhadap amanah rakyat yang telah diberikan melalui proses demokrasi yang sah.

    Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Uang Rakyat.

    Status Tersangka Bupati Lampung

    Penetapan status tersangka terhadap Bupati Lampung Tengah dilakukan setelah aparat penegak hukum mengantongi bukti permulaan yang dinilai cukup.

    Penyidik menyebutkan adanya aliran dana mencurigakan yang berkaitan dengan kebijakan anggaran dan proyek strategis daerah. Meski pihak bupati melalui kuasa hukum membantah seluruh tuduhan, proses penyidikan tetap berlanjut sesuai mekanisme hukum.

    Publik kini menanti transparansi dan ketegasan aparat agar perkara ini diselesaikan secara adil tanpa intervensi kekuasaan politik.

    Pengamat hukum menegaskan bahwa asas praduga tak bersalah tetap harus dijunjung, namun akuntabilitas publik tidak boleh diabaikan.

    Sorotan Etika Pejabat Terhadap Jurnalis

    Di tengah pusaran kasus korupsi, muncul pula sorotan lain yang tak kalah mengundang kontroversi. Sejumlah laporan media menyebutkan adanya dugaan perilaku tidak pantas dari tersangka terhadap jurnalis perempuan saat proses peliputan.

    Tindakan yang digambarkan sebagai upaya menggoda tersebut menuai kecaman luas karena dinilai tidak mencerminkan etika pejabat publik.

    Insiden ini memperlihatkan relasi kuasa yang problematik antara pejabat dan insan pers, serta pentingnya perlindungan terhadap profesionalisme jurnalis. Praktik semacam ini, bila benar terjadi, berpotensi menghambat kerja jurnalistik yang independen dan kritis.

    Baca Juga: KPK Bergerak Cepat! Pejabat Penting DJKA Medan Terjerat Korupsi Proyek Kereta Api, Siapa Dia?

    Reaksi Publik dan Dunia Pers

    Reaksi Publik dan Dunia Pers

    Respons publik terhadap skandal ini terbilang keras. Masyarakat Lampung Tengah menyuarakan kekecewaan melalui berbagai kanal, termasuk media sosial dan forum warga.

    Organisasi pers juga mengecam keras segala bentuk pelecehan terhadap jurnalis. Bagi insan pers, kebebasan dan keamanan dalam bekerja adalah prinsip mutlak yang tidak boleh dilanggar oleh siapa pun, terlebih oleh pejabat yang sedang tersangkut perkara hukum.

    Dukungan solidaritas mengalir dari berbagai daerah di Indonesia. Tekanan publik diharapkan mampu mendorong perubahan sikap aparat dan pejabat agar lebih menghormati etika serta profesionalisme media.

    Pelajaran Bagi Etika Kekuasaan

    Kasus ini menjadi pengingat penting tentang etika kekuasaan dan tanggung jawab moral pemimpin. Jabatan publik bukanlah tameng untuk bertindak sewenang wenang atau melecehkan pihak lain.

    Proses hukum harus berjalan transparan, sementara evaluasi etika pejabat perlu diperkuat. Masyarakat berharap skandal Bupati Lampung Tengah ini menjadi pelajaran agar kekuasaan dijalankan dengan integritas, rasa malu, dan penghormatan terhadap hukum serta martabat manusia.

    Reformasi birokrasi dan pendidikan etika politik dinilai mendesak agar kasus serupa tidak terus berulang di masa depan.

    Jangan lewatkan update berita seputaran  serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Utama dari visi.news
    • Gambar Kedua dari cnnindonesia.com