KPK pantau Gubernur Kaltim terkait pembelian mobil mewah Rp8,5 miliar pakai uang rakyat, publik menuntut transparansi.
Isu ini menimbulkan beragam reaksi, mulai dari pertanyaan soal kebutuhan hingga penggunaan anggaran daerah yang bersumber dari uang rakyat. Banyak pihak menuntut klarifikasi dan transparansi dari pemerintah daerah.
Lantas, apa alasan di balik pembelian mobil ini? Bagaimana respons KPK terhadap kasus yang tengah menjadi perbincangan hangat di publik Kalimantan Timur? Simak ulasan lengkapnya berikut hanya di Uang Rakyat.
KPK Awasi Pengadaan Mobil Dinas Gubernur Kaltim
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memantau isu pengadaan mobil dinas Gubernur Kalimantan Timur senilai Rp8,5 miliar. Langkah ini dilakukan untuk memastikan mekanisme pengadaan sesuai aturan dan transparan.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan pemantauan dilakukan karena pengadaan barang dan jasa kerap menjadi titik rawan praktik korupsi. Ia menekankan pentingnya perencanaan matang sebelum pengeluaran anggaran.
Kami mengikuti isu ini di media sosial dan pemberitaan. Semua belanja harus sesuai kebutuhan riil agar tidak menimbulkan pemborosan atau praktik tidak transparan, ujar Budi pada siaran langsung Tanya Jubir KPK, Kamis, 26 Februari 2026.
Mekanisme Dan Kewaspadaan Korupsi
Budi Prasetyo menekankan bahwa pengadaan barang dan jasa pemerintah daerah harus melalui mekanisme yang tepat. Penyimpangan, mark-up harga, atau downgrade spesifikasi menjadi hal yang diawasi ketat oleh KPK.
Selain mekanisme, kesesuaian antara kebutuhan dan barang yang dibeli menjadi perhatian utama. Barang yang dibeli harus benar-benar diperlukan agar anggaran tidak terbuang sia-sia.
Ia menambahkan bahwa kendaraan dinas sebelumnya yang tidak dikembalikan setelah purna tugas dapat menimbulkan kerugian negara dan berpotensi masuk unsur tindak pidana korupsi. Masyarakat pun diajak ikut mengawasi penggunaan anggaran.
Baca Juga: Hari Penentuan! Anak Riza Chalid Siap Hadapi Putusan Pengadilan
Gubernur Kaltim Beri Klarifikasi
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menanggapi isu pengadaan mobil mewah senilai Rp8,5 miliar. Ia meminta masyarakat mengurangi spekulasi berlebihan atau “gibah” selama Ramadan.
Menurut Rudy, mobil saat ini belum berada di Kalimantan Timur. Ia masih menggunakan mobil pribadinya untuk aktivitas sehari-hari di Samarinda. Mobil yang diadakan berada di Jakarta untuk kegiatan resmi yang bisa menunjang nama daerah.
Ia menegaskan keputusan pengadaan mobil sesuai regulasi, yakni Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006, yang mengatur batas kapasitas mesin kendaraan dinas pejabat.
Alasan Pengadaan Mobi l Mewah
Rudy menjelaskan mobil yang diadakan merupakan simbol menjaga marwah atau harga diri masyarakat Benua Etam. Mobil dinas mewah digunakan untuk menerima tamu nasional maupun internasional agar kepala daerah tampil representatif.
Gubernur menambahkan bahwa kendaraan tersebut sesuai spesifikasi, yakni SUV hybrid dengan kapasitas mesin 2.996 cc, tenaga 434 horsepower, torsi 620 Nm, dan baterai 38,2 kWh. Hal ini dianggap cocok untuk kebutuhan representasi resmi pemerintah daerah.
Ia juga menegaskan bahwa masalah harga sebanding dengan kualitas kendaraan, dan pengadaan dilakukan sesuai ketentuan Permendagri. Mobil ini merupakan bagian dari strategi untuk menunjang kegiatan resmi dan menjaga citra Kalimantan Timur di mata dunia.
Transparansi Dan Harapan Publik
KPK mengingatkan bahwa pengadaan barang dan jasa merupakan salah satu sektor rawan korupsi. Oleh karena itu, transparansi dan pengawasan menjadi kunci agar anggaran negara digunakan secara tepat.
Budi Prasetyo menekankan agar masyarakat aktif melaporkan apabila menemukan indikasi penyimpangan. Pengawasan publik membantu memastikan akuntabilitas pemerintah daerah tetap terjaga.
Dengan adanya pengawasan KPK, masyarakat diharapkan lebih percaya bahwa setiap pengeluaran pemerintah, termasuk pembelian mobil dinas Gubernur Kaltim, dilakukan sesuai prosedur dan kebutuhan nyata, tanpa merugikan keuangan daerah.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari law-justice.co
- Gambar Kedua dari korankaltim.com