Pasar Saham Indonesia Terguncang, Purbaya Tegaskan Rebound IHSG Masih Ada
IHSG mengalami penurunan, namun Purbaya menegaskan rebound masih mungkin terjadi, Investor diminta tetap tenang dan pantau pergerakan pasar.
Pasar saham Indonesia terguncang dengan turunnya IHSG dalam beberapa hari terakhir, membuat sebagian investor khawatir akan tren jangka pendek. Namun, Purbaya menegaskan bahwa rebound IHSG masih sangat mungkin terjadi.
Investor diminta untuk tidak panik dan tetap memantau pergerakan pasar Uang Rakyat secara rasional. Menurut Purbaya, koreksi yang terjadi merupakan bagian alami dari dinamika pasar saham. Bagi investor jangka panjang, momentum ini justru bisa menjadi peluang strategis.
IHSG Anjlok, Purbaya Yakin Pasar Akan Rebound
IHSG mencatat penurunan signifikan pada Rabu (28/1/2026), menutup perdagangan dengan koreksi 659,67 poin atau 7,35%. Penurunan ini memicu kekhawatiran sebagian investor di pasar saham.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa investor tidak perlu panik. Ia yakin IHSG dapat segera berbalik arah karena fondasi ekonomi Indonesia diperkuat secara serius oleh pemerintah.
Jangan takut, akan rebound, pasti, karena fondasi ekonomi kita dibenahi secara serius, kata Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan. Pernyataan ini menegaskan optimisme pemerintah terhadap pemulihan pasar.
Pengaruh Pengumuman MSCI Terhadap IHSG
Purbaya menilai anjloknya IHSG terutama disebabkan oleh pengumuman dari Morgan Stanley Capital International (MSCI), bukan sentimen lain yang memengaruhi pasar. Investor diimbau untuk memahami faktor ini sebelum mengambil keputusan.
MSCI mengumumkan perubahan metodologi penghitungan free float pada Selasa (27/1), yang memengaruhi pasar Indonesia. Pengumuman ini memicu ketidakpastian sementara, sehingga IHSG mengalami koreksi signifikan.
Menurut Purbaya, kondisi ini bersifat sementara. Ia meyakini Indonesia dapat memenuhi persyaratan MSCI dalam beberapa bulan ke depan sehingga pasar dapat pulih kembali dan potensi rebound IHSG tetap terbuka.
Baca Juga: Kasus Panas! KPK Usut Dugaan Korupsi Gas PGN dan Akuisisi Isargas Group
Rincian Perubahan MSCI Dan Dampaknya
MSCI menetapkan tiga perubahan utama terkait pasar Indonesia. Pertama, pembekuan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS). Kedua, pembekuan penambahan konstituen dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI).
Ketiga, pembekuan perpindahan antar-segmen ukuran indeks, termasuk dari Small Cap ke Standard. Perubahan ini dilakukan untuk menekan risiko pergantian indeks dan meningkatkan kelayakan investasi di pasar Indonesia.
MSCI menyatakan, langkah ini memberi waktu bagi otoritas pasar untuk melakukan perbaikan transparansi signifikan. Jika tidak ada perbaikan hingga Mei 2026, MSCI akan mengevaluasi status akses pasar Indonesia, termasuk potensi reklasifikasi dari Pasar Emergen ke Pasar Frontier.
Optimisme Pemerintah Dan Strategi Pemulihan
Purbaya menekankan bahwa pemerintah serius membenahi ekonomi dalam negeri, termasuk memperkuat regulasi dan transparansi pasar modal. Hal ini diyakini menjadi kunci pemulihan IHSG dalam jangka pendek hingga menengah.
Investor juga diimbau untuk tetap rasional dan memantau pergerakan pasar dengan hati-hati. Koreksi IHSG saat ini bisa menjadi momentum bagi investor jangka panjang untuk mengambil peluang strategis.
Dengan strategi pemulihan yang terencana dan komunikasi yang jelas, Purbaya optimis pasar saham Indonesia akan segera rebound. Langkah pemerintah dalam meningkatkan transparansi diharapkan menumbuhkan kembali kepercayaan investor domestik dan internasional.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari finance.detik.com
- Gambar Kedua dari validnews.id