Ani dan Soma Terpaksa Mengungsi
Ani dan Soma Terpaksa Mengungsi

Janji Rutilahu Mangkrak, Keluarga Ani dan Soma Terpaksa Mengungsi

Bagikan

Keluarga Ani dan Soma di Desa Sumber Rejo, Banyuwangi, terpaksa mengungsi setelah janji program perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu) tak kunjung terealisasi.

Ani dan Soma Terpaksa Mengungsi

Rumah mereka yang sudah retak dan bocor semakin membahayakan keselamatan, terutama saat musim hujan. Sementara menunggu kepastian pembangunan, mereka memilih tinggal sementara di rumah kerabat.

Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Uang Rakyat.

Rutilahu Mangkrak, Ani dan Soma Terpaksa Mengungsi

Keluarga Ani dan Soma, warga Desa Sumber Rejo, Kabupaten Banyuwangi, memilih mengungsi setelah janji program perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu) dari pemerintah tak kunjung terealisasi. Mereka sudah menunggu lebih dari satu tahun, namun pembangunan rumah baru untuk keluarga mereka belum juga dimulai.

Ani, kepala keluarga, mengatakan bahwa rumahnya sudah tidak layak untuk ditempati terutama saat musim hujan. “Air hujan masuk dari atap yang bocor, dinding mulai retak, dan lantai mulai lapuk. Kami khawatir keselamatan anak-anak dan cucu,” ujarnya. Keputusan untuk mengungsi di rumah kerabat dianggap langkah paling aman sementara.

Sementara itu, keluarga Soma mengalami kondisi serupa. Rumah mereka yang sebelumnya dijanjikan dibangun ulang oleh pemerintah desa kini hanya tinggal janji. Mereka pun terpaksa meninggalkan rumah untuk sementara dan tinggal bersama keluarga lain di desa yang lebih aman. Kondisi ini mencerminkan ketidakpastian program Rutilahu di beberapa wilayah.

Ancaman dan Kesulitan Akibat Rumah Tak Layak Huni

Rumah Ani dan Soma yang tidak layak huni berdampak besar pada kehidupan sehari-hari mereka. Aktivitas keluarga menjadi terganggu, terutama saat hujan deras turun. Perabotan rumah sering kali rusak akibat bocornya atap dan genangan air yang masuk ke dalam rumah.

Selain itu, kesehatan anggota keluarga juga terancam. Tingginya kelembapan di dalam rumah membuat dinding lembap dan memicu penyakit seperti batuk dan kulit gatal, terutama bagi anak-anak dan lansia. Keadaan ini semakin memaksa mereka mempertimbangkan opsi mengungsi sementara.

Ekonomi keluarga pun ikut terdampak. Biaya tambahan untuk menutupi kerusakan rumah dan membeli peralatan baru menjadi beban tambahan bagi keluarga Ani dan Soma, yang mayoritas bergantung pada pekerjaan harian dengan penghasilan terbatas.

Baca Juga: KPK Tangkap Pejabat Pajak, Amankan Emas 1,3 Kg Dan Uang $165 Ribu

Janji Rutilahu Gagal, Warga Merasa Dikecewakan

Ani dan Soma Terpaksa Mengungsi

Program Rutilahu seharusnya menjadi solusi bagi warga yang tinggal di rumah tidak layak huni, dengan target pembangunan atau perbaikan rumah dalam waktu tertentu. Namun, janji ini sering kali molor atau tidak terealisasi sesuai jadwal. Ani dan Soma merasa kecewa karena berbagai janji dari pemerintah desa dan instansi terkait tidak kunjung diwujudkan.

Beberapa warga mengeluhkan minimnya transparansi mengenai proses pembangunan dan alokasi dana. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai akuntabilitas dan efektivitas program Rutilahu. Mereka berharap pemerintah dapat lebih serius menindaklanjuti janji pembangunan rumah layak huni.

Warga juga menekankan pentingnya komunikasi yang jelas dari pemerintah. Dengan informasi yang transparan, warga akan mengetahui status pembangunan dan kapan mereka bisa kembali menempati rumah yang aman dan nyaman.

Langkah Sementara dan Harapan Masa Depan

Sementara menunggu kepastian pembangunan Rutilahu, Ani dan Soma memilih tinggal sementara di rumah kerabat dan tetangga. Mereka berharap kondisi ini bisa menjadi solusi sementara agar keluarga tetap aman dan bisa menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.

Mereka juga berharap pemerintah segera menindaklanjuti program Rutilahu dengan membangun rumah layak huni bagi mereka. Tidak hanya janji verbal, tetapi kehadiran nyata di lapangan dianggap penting untuk mewujudkan keamanan dan kenyamanan warga.

Keluarga Ani dan Soma menegaskan bahwa program Rutilahu harus menjadi prioritas bagi pemerintah, terutama bagi warga yang berada di kondisi rumah sangat tidak layak huni.

Jangan lewatkan update berita seputaran Uang Rakyat, serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Utama dari bandung.kompas.com
  2. Gambar Kedua dari bandung.kompas.com