Khofifah salurkan tali asih dan bansos Ramadhan di Banyuwangi, warga terharu sambut bantuan jelang bulan suci.
Suasana haru menyelimuti Banyuwangi saat Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, turun langsung menyalurkan tali asih dan bantuan sosial Ramadhan kepada warga. Senyum dan rasa syukur terpancar dari masyarakat yang menerima bantuan menjelang bulan suci.
Bagaimana momen tersebut berlangsung dan siapa saja yang menerima manfaatnya? Simak kisah lengkapnya di Uang Rakyat.
Komitmen Sosial Gubernur Jatim Di Banyuwangi
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat. Kali ini, berbagai bantuan sosial dan tali asih disalurkan kepada warga Banyuwangi dengan total nilai mencapai Rp 5,26 miliar.
Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menghadirkan bantalan sosial bagi kelompok rentan. Program ini menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari penyandang disabilitas hingga pelaku usaha ultramikro.
Langkah ini sekaligus mempertegas kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat, terutama menjelang bulan suci Ramadan. Momentum tersebut diharapkan dapat membawa keberkahan sekaligus meringankan beban ekonomi warga.
Ragam Bantuan Untuk Kelompok Rentan
Bantuan yang disalurkan mencakup Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) kepada 65 penerima serta Bantuan Sosial PKH Plus bagi 866 warga lanjut usia. Selain itu, zakat produktif diberikan kepada 50 pelaku usaha kecil guna memperkuat modal usaha mereka.
Tak hanya itu, tali asih juga diberikan kepada Taruna Siaga Bencana (Tagana) sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam membantu penanggulangan bencana. Program pemberdayaan seperti BUMDesa, Desa Berdaya, Jatim Puspa, hingga Bantuan Keuangan Desa turut menjadi bagian dari paket bantuan tersebut.
Ragam program ini dirancang agar tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif. Pemerintah berharap bantuan dapat menjadi pemicu kemandirian ekonomi sekaligus perlindungan sosial berkelanjutan.
Baca Juga: Dugaan Korupsi PLTU Suralaya Naik ke Tahap Penyidikan, Kasus Semakin Panas
Penyerahan Simbolis Di Glenmore
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Kantor Kecamatan Glenmore pada Sabtu (28/2/2026). Acara tersebut turut dihadiri oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang mendampingi langsung proses distribusi kepada perwakilan penerima.
Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa bantuan asistensi sosial bagi penyandang disabilitas dan lansia berfungsi sebagai bantalan sosial. Bantuan tersebut bertujuan menjaga daya tahan ekonomi kelompok rentan di tengah berbagai tantangan.
Sementara itu, zakat produktif diarahkan untuk pelaku usaha ultramikro agar tidak terjerat praktik rentenir maupun pinjaman online ilegal. Dengan tambahan modal yang sah dan terverifikasi, pelaku usaha diharapkan mampu mengembangkan usahanya secara sehat.
Sinergi Pemerintah Dan Program Pengentasan Kemiskinan
Menurut Khofifah, program ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten. Pembagian peran dilakukan secara bergiliran di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur agar manfaatnya merata.
Bupati Ipuk Fiestiandani menyampaikan bahwa dukungan dari Pemprov Jatim semakin memperkuat strategi pengentasan kemiskinan di Banyuwangi. Ia menekankan bahwa pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan bantuan sosial, tetapi juga program partisipatif masyarakat.
Program ASN Berbagi dan Banyuwangi Berbagi menjadi contoh kolaborasi lintas sektor. Melalui pendekatan pentahelix, bantuan diwujudkan dalam bentuk bedah rumah, layanan kesehatan, serta dukungan kebutuhan dasar lainnya.
Haru Dan Harapan Para Penerima
Suasana haru terlihat jelas saat bantuan diserahkan kepada para penerima. Banyak warga mengaku bersyukur karena bantuan tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, terlebih menjelang Ramadan.
Salah satu penerima, Sofiatun (38), warga Desa Kebonrejo, Kecamatan Kalibaru, mengungkapkan rasa terima kasihnya. Putrinya, Zahira, menerima bantuan ASPD berupa uang tunai Rp900 ribu setiap tiga bulan, kursi roda, dan sembako.
Dengan mata berkaca-kaca, Sofiatun menyampaikan bahwa bantuan tersebut sangat berarti untuk menunjang aktivitas sang anak yang mengalami gangguan saraf tulang dan belum dapat berjalan. Bantuan ini bukan hanya meringankan beban ekonomi, tetapi juga menjadi penyemangat bagi keluarga untuk terus berjuang menghadapi keterbatasan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari banyuwangi.suaraindonesia.co.id